1. Pengertian Pekerjaan Galian
Pekerjaan galian adalah pekerjaan menggali tanah pada lokasi proyek untuk mencapai kedalaman atau bentuk tertentu sesuai dengan gambar perencanaan. Galian biasanya dilakukan untuk membuat ruang atau tempat bagi:
-
Pondasi (batu kali, footplat, tiang)
-
Basement
-
Septictank & sumur resapan
-
Saluran air (drainase)
-
Utilitas (pipa, kabel)
-
Lantai kerja
Tujuan utama pekerjaan galian adalah menyiapkan tanah agar memenuhi elevasi (ketinggian/kedalaman) yang telah direncanakan dan siap untuk pekerjaan struktur berikutnya.
2. Jenis-Jenis Pekerjaan Galian
Beberapa jenis galian yang umum di lapangan:
a. Galian tanah biasa
Tanah lunak sampai sedang yang dapat digali oleh tenaga manusia atau excavator ringan.
b. Galian tanah keras
Tanah padat/keras, perlu alat lebih kuat atau perlu perkuatan tambahan.
c. Galian batu
Membutuhkan breaker atau bahan peledak (untuk proyek besar).
d. Galian untuk instalasi
Pipa air bersih, air kotor, listrik, dan kabel telekomunikasi.
e. Galian basement
Kedalaman besar sehingga memerlukan perkuatan tebing/lean concrete.
3. Tahapan Umum Pekerjaan Galian
-
Pemasangan bouwplank & marking titik galian
-
Pengukuran elevasi galian
-
Penggalian tanah sesuai ukuran
-
Penampungan dan pengangkutan tanah galian
-
Perataan dasar galian
-
Pemasangan perkuatan tebing (jika diperlukan)
-
Pemeriksaan elevasi akhir dan kondisi tanah dasar
4. Apa Saja yang Perlu Diperhitungkan dalam Pekerjaan Galian?
Dalam perencanaan dan estimasi biaya pekerjaan galian, beberapa hal berikut harus diperhatikan:
A. Volume Galian
Ini faktor paling utama.
Dihitung berdasarkan:
Volume = Panjang × Lebar × Kedalaman
Contoh: 1 m × 0,6 m × 1 m = 0,6 m³
B. Jenis Tanah
Jenis tanah sangat mempengaruhi:
-
Metode kerja
-
Alat yang digunakan
-
Waktu pekerjaan
-
Harga satuan galian
Jenis tanah bisa berupa:
-
Tanah biasa
-
Tanah bercampur kerikil/batu
-
Tanah liat
-
Tanah berpasir
-
Tanah keras / padas
Semakin keras tanah → biaya semakin tinggi.
C. Kedalaman Galian
Galian dalam (> 1,5 m) memerlukan:
-
Perkuatan tebing (shielding, shoring) agar tidak longsor
-
Penggunaan alat khusus
-
Pengamanan pekerja
Contoh perkuatan: papan penahan, sheet pile, bracing.
D. Kondisi Air Tanah
Jika air tanah dangkal, perlu:
-
Dewatering/pompa penyedot air
-
Pengalihan aliran air
-
Pembuatan saluran sementara
Hal ini menambah biaya dan waktu.
E. Lokasi dan Kondisi Lapangan
Yang harus dihitung:
-
Akses masuk excavator/truk
-
Ruang untuk buangan tanah
-
Risiko longsor
-
Keamanan lingkungan sekitar
Jika lokasi sempit → galian lebih lambat.
F. Penanganan Tanah Galian
Setelah digali, tanah harus:
-
Ditimbun kembali (backfill)
-
Dibawa keluar proyek
-
Ditempatkan di stockpile sementara
Transportasi tanah = salah satu komponen biaya terbesar.
G. Metode Pelaksanaan
Pemilihan metode tergantung:
-
Menggunakan tenaga manual atau alat berat
-
Bentuk & ukuran galian
-
Jadwal proyek
H. Faktor K3 (Keselamatan Kerja)
Perlu diperhitungkan:
-
Potensi longsor tebing
-
Ketinggian galian yang membahayakan
-
APD (helm, sepatu, sarung tangan)
-
Pembatas area galian
5. Mengapa Pekerjaan Galian Sangat Penting?
Karena pekerjaan galian menentukan:
-
Kestabilan pondasi
-
Keamanan pekerja
-
Ketepatan elevasi struktur
-
Kualitas konstruksi tahap selanjutnya
Kesalahan kecil pada galian → pondasi bisa tidak rata, retak, bahkan gagal struktur.
Komentar
Posting Komentar